Sabtu, 09 Februari 2013

Otanjoubi Omedetou Devon

http://www.4shared.com/mp3/_OXDp5kI/Otanjoubi_omedetou.html

ku persembahkan ini semua untuk seorang tokoh fiksi Devon dari novel Morning Light karya Windhy Puspitadewi


Kencang sang waktu berlari tak mampu ku kendalikan
dan tak mampu aku perlambat lajunya
dentang lonceng malam ini tepat kau berusia dewasa
Aku berharap di usia Mu semakin dewasa
Kau di beri hadiah oleh Tuhan berupa kesabaran
Sehingga saat kesakitan datang kau bisa hadapi
Dan kembali berdiri meskipun tanpa satu kaki Mu

Dan Aku berdoa agar Tuhan senantiasa mengutus malaikatnya
Untuk menjaga Mu di setiap engkau melangkah
Karena aku sadari aku tak bisa menjaga Mu seutuhnya
meskipun aku berusaha untuk seperti itu
Otanjoubi omedetou Devon
Selalu semangat Devon
Otanjoubi omedetou Devon
Selalu tersenyum seperti sang matahari
Yang sedia menyinari dunia ini
Sepanjang waktu
dan bersinar terang
Otanjoubi omedetou Devon
Semoga senyumanmu seperti sang matahari
yang menyinari dunia
Dengan sinarmu yang indah
Otanjoubi omedetou  Devon :D

Selasa, 05 Februari 2013

niji #2

mereka dipertemukan disaat bangku kelas 8 ,awalnya tidak begitu akrab ,tetapi mereka semakin akrab disaat mereka duduk dibangku kelas 9 . Kecuali Kay dan Alan ,sebelumnya mereka sudah kenal dahulu ,mungkin mereka sudah bersahabatan lebih dahulu ,mereka bisa dibilang sahabat bisa dibilang teman kecil sepermainan ,dulu Kay dan Alan satu sd namun saat menduduki bangku kelas 4 ,Kay pindah rumah dan pindah sekolah ,masih dalam satu kota namun beda wilayah . Kepindahan Kay tidak memutuskan komunikasi antara Kay dan Alan karna kedua orang tua mereka sangat akrab .Dan saat Kay dan Alan duduk dibangkuSMP mereka satu sekolah lagi hingga sekarang membuat hubungan komunikasi semakin lancar .
"Kay mana lan ?."Tanya Cici saat melihat Alan memasuki kelas sehabis dari ruang BP ,melihat Alan sendiri tanpa Kay membuat Cici bertanya ,karna tadi Alan dan Kay dipanggil bersama keruang BP karna ulahnya yang tadi dilab Fisika .
"Masih ada urusan rahasia sama guru BP ." Jawab Alan sambil duduk dibangku Kay disamping Cici ,sambil mengambil kertas HVS tiga lembar yang terdapat diloker meja Kay . "Denah Kay lagi ?."Tanya Alan sambil melihat lukisan denah Kay .
Cici yang tidak tau ,langsung melihat denah yang dibilang Alan ."Baru tau gue ,hemm pantesan tadi dia gambar umpet-umpetan sebelum praktek ." Jawab Cici .
Baginya melihat lukisan tangan Kay melalui lembaran-lembaran HVS yang membentuk denah ,atau desain itu asik ,karna disisi gambar itu mempunyai keindahan dan makna yang tersimpan . Kay sangat suka menggambar rumah ,denah ,dan desain interior ,hasilnya bagus-bagus banyak yang puji .
"Kalau ngeliat gambar-gambar baru Kay ,esoknya gua ngeliat pengusaha-pengusaha ngebangun dan nunjukin desainnya yg hampir sama mirip kayak desain Kay deh ."Ucap Alan ,sambil mencermati setiap titik ,setiap garis gambar Kay .
Cici mengangguk ."Gue juga sering berfikir begitu ."Jawab Cici .Sang Empunya datang langsung mengambil gambar-gambar denah ,dan desainya dari tangan Alan .Lalu setelah mengambil gambarnya Kay langsung berlari meninggalkan kelas lagi .Tanpa basa basi.

where's my happy ending ?

bayangan itu muncul
membuat jantungku selalu gelisah
gelisah akan kerinduan
pada kenangan

seperti kunang-kunang yang menyinari malam
dan begitu juga dengan kenangan itu
menyinari malam ,
dan kegelisahanku

kini tak seindah yang dulu
pertemuan pasti akan ada perpisahan
rasanya kini ingin seperti dulu selamanya
dan perpisahan itu tak akan pernah ada

walaupun mustahil .
seakan sulit untuk mencari dimana kebahagian itu berada

Sabtu, 02 Februari 2013

Bunga Matahari

letih lelah jika harus seperti ini
seperti bunga matahari yang selalu pergi mengikuti sinar matahari setiap saat
jika matahari tak ada yang bisa layu
lelah ....

sedih seperti bunga matahari yang selalu tertekan
tidak bisa melihat dirinya sendiri
tidak bisa mengikuti arah kemauannya sendiri
harus mengikuti matahari

bunga matahari memang indah
indah fisiknya ,tidak indah didalamnya
seakan jalan ini semua hanya untuk matahari 
bukan untuk dirinya